Kamis, 15 Maret 2018

Game Review : LIMBO

Hallo guys and welcome to my very first post in this blog. Sebenernya gue gak pandai buat basa-basi ngebahas bla-bla-bla sebagai pembukaan "ngeblog lagi". Karena alasannya sangat simpel, yakni gue pengen aja ngurusin blog ini lagi, dan juga istilahnya revolusi dari postingan lama bertahun-tahun lalu.

Anyways, let's just get into the topic, shall we?





Seperti yang kalian lihat dari judul post ini, gue bakal ngereview game LIMBO dari sudut pandang gue sebagai player. Note that the game i will review in this post is the PC game. Not the Android/iOS one. Karena gue belum pernah nyobain game yang di smartphone kayak apa, i don't know if it's the same or not.

Yes i know, ini game udah lama banget, dan ngapain direview padahal game ini udah mendelep dari dunia gaming dan sebagian orang udah tau apa maksud dari game LIMBO ini (not really tho). Well, i just want to share my opinion about this amazing, wonderful game.
No, it's not a game about graphics. First impression orang-orang ketika bermain game ini adalah LIMBO itu puzzle game, yang gambarnya hitam putih dan kita memerankan seorang bocah laki-laki dua dimensi dengan matanya menyala. Game platform yang dikembangkan oleh Playdead ini mengisahkan seorang anak laki-laki yang mencari adik perempuannya di dalam dunia LIMBO. Banyak teori-teori yang mengatakan bahwa LIMBO adalah afterlife, atau kehidupan setelah mati namun bukan surga dan juga neraka. I did a little bit of research, LIMBO adalah tempat untuk orang yang dilupakan. Dari arti itulah disimpulkan bahwa bocah laki-laki itu sudah mati tapi dia gak bisa pergi ke surga maupun neraka. Seolah-olah harus ada yang dia selesaikan sebelum dipindah ke surga atau neraka yaitu mencari adik perempuannya. Namun hal yang membuat pusing para player lagi adalah saat di akhir permainan, ketika bocah laki-laki itu telah menemukan adiknya di bawah rumah pohon. Scene rumah pohon itu persis seperti scene pertama saat kita memulai permainan. Yang jadilah muncul sebuah teori baru lagi, bahwa bocah itu gak akan pernah keluar dari sana. Petualangannya bakal terus terjadi berulang-ulang sampai entah kapan.

Sebetulnya masih banyak teori-teori yang cukup kuat untuk menguak rahasia dibalik game LIMBO tersebut. Namun sayang, developer tidak mau menjelaskan lebih rinci tentang apa yang terjadi di dalam cerita game ini. Yang mereka jelaskan hanya bocah laki-laki itu mencari adik perempuannya. Enough about theory, sekarang waktunya gue berpendapat.

LIMBO is one of the best Indie game i have ever played.


Gameplay

Taste gue soal game bukan cuma grafik bagus. But actually, i really love the art style its disturbingly beautiful, i'm dead serious. Ceritanya yang bikin bingung player ini adalah hal yang menarik bagi gue. Apa ini game horror? I don't know exactly. Game horror gak cuma jumpscare, game macam gini juga bisa dikategorikan horror kalau atmosfernya segelap ini. Dan juga kinda explicit, which means i see a dead body. Kesan pertama gue saat nemu siluet mayat gantung diri bener-bener bikin gue speechless, bahkan sempet mikir "did i play the right game? is this the beautiful game that people talk about? man, this game is f*cked up!" kemudian gue dikejutkan lagi dengan mayat-mayat lainnya. Bahkan sampai ada yang ngapung di atas danau. But that doesn't make me hate the game. I love that game even more. Dan dengan bangga gue ngomong "this is the kind of my game"(haha what).
Lalu soal ending. Entah itu bad ending, sad ending, atau happy ending, we still don't know. Scene terakhir cuma memperlihatkan bocah laki-laki yang finally ketemu adik perempuannya, kemudian cring! Fade to black. And then credit title.

Last Scene

Dari semua teori-teori LIMBO, ada beberapa teori yang gue setuju dan lumayan rasional. Gue lupa nama teorinya apa, tapi gue bakal jelasin kenapa gue setuju dengan beberapa teori ini.

Teori Pertama


Bocah laki-laki dan adiknya sudah mati, dan jasad mereka berdua di kubur di dekat rumah pohon itu. Namun mereka gak sadar kalau mereka udah mati, dan si adik nyari-nyari jasad dirinya dengan cara menggali tanah di bawah rumah pohon itu, sementara kakaknya mencari-cari adiknya.

Teori Kedua


Semua yang terjadi di dunia LIMBO itu adalah rasa takut si bocah itu sendiri. Dia takut pada laba-laba, maka dari itu musuh terbesarnya yaitu laba-laba raksasa yang mencoba memangsa dia. Banyak anak-anak lain yang mencoba menyakiti si bocah. Anak-anak itu merupakan para bully di sekolahnya.


Dan teori itu berkata bahwa si bocah ini terbunuh di hotel bersama keluarganya. Nah, untuk yang itu gue kurang setuju. Pokoknya teori bagaimana si bocah ini mati biarkan menjadi misteri, dan gue sendiri pun ga mau nerka-nerka apa sebab si bocah itu mati. Karena menurut gue unrasional kalo si bocah mati dibunuh di hotel. Memang sih ada buktinya, ada scene hotel di game tersebut.


Tapi menurut gue kurang 'in' sama storynya. Yang gue terka adalah si bocah ini mati dengan 
penyesalan. Maka dari itu dia ga bisa pergi ke surga atau neraka, tapi malah terjebak di LIMBO.

Wait.. if he's already dead, then why is everything in there trying to kill him?


Well, let's see. Why? Dari teori-teori yang ada, gue menyimpulkan bahwa sesuatu yang mencoba mencelakai si bocah laki-laki itu merupakan ketakutannya sendiri. Ketakutannya itulah yang menahan bocah ini untuk menemukan adiknya.

I will rate this game 8/10 bananas. -2 points karena gue ga menemukan plot twist yang lebih dari itu. Seandainya tiba-tiba game ini jadi colorful, that would be amazing. Atau sekedar interaksi si bocah dengan adiknya. Karena game itu membuat gue kebingungan di chapter terakhir. Well mungkin memang itu tujuan game ini. We can't blame the developer nor the gameplay. Afterall, game ini tetap menjadi game favorit gue. Walaupun agak lama namatinnya. Mungkin sekitar 3 minggu. Karena waktu gue buat main game makin sedikit akibat sibuk ngurusin hal yang lebih important ketimbang game *sad face*. Gue juga sempet nonton let's playnya lord Pewdiepie pada tahun 2013 lalu. Dan gue mulai main game LIMBO tahun ini. So, gue udah lupa gimana cara mainnya, bahkan storynya.

Makasih udah mau baca review game LIMBO dari sudut pandang gue. Note that teori-teori tersebut unofficial, cuma pendapat dari para fans LIMBO, termasuk review ini.

See you next time in another game review!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar